RSS

BAB IV ANALISA DATA

12 Jun

BAB IV

ANALISA DATA

 

  1. 1.      ANALISA NAMA BRAND / LOGO STARBUCKS TERHADAP INTERIOR

Menurut tulisan-tulisan sebelumnya mengenai sejarah Starbucks Coffee Shop, kita dapati bahwa logo Starbucks memiliki filosofi yang sangat kuat, yaitu ditujukan kepada para nelayan yang baru selesai melaut  untuk melepaskan lelah sambil memnikmati kopi. Karena berkaitan dengan laut itulah, Starbucks menggunakan simbol makhluk mitologi Siren, dimana berdasarkan filosofinya Siren merupakan wanita penggoda yang memikat para pelaut dengan menggunakan musik dan suara mereka. Dapat dikatakan bahwa Starbucks ingin memikat para pelaut untuk datang ke tokonya. Kita juga dapat melihat bahwa perusahaan starbuck sendiri sangat berpegang pada filosofi awalnya.

Pada interior toko Starbucks Coffee Shop yang kami survey di Grand Indonesia, desain tokonya modern dan disesuaikan dengan fasad  gedung, dan tidak terlalu banyak pengaruh dari logo nya sendiri. Pengaruh logo hanya pada pintu masuk dengan tullisan STARBUCKS COFFEE yang berwarna hijau yang berasal dari logo starbuck nya sendiri. Walaupun dengan konsep desain yang tidak banyak pengaruh dari logonya sendiri, kita tetap dapat melihat konsep desainnya dimana desain Starbucks bertujuan bagi orang – orang yang melepas lelah dan sambil ngobrol.

Selain filosofi, produk merupakan hal ke dua yang sangat berpengaruh pada interior maupun  logo. Dapat kita lihat pada interiornya, produk juga berpengaruh pada peletakkan posisi counter, furniture serta jalur sirkulasi pada toko. Hal ini dikarenakan sistem penjualan dari produk itu sendiri, yang disesuaikan dengan fasad bangunan.

Selain menjual produk minuman dan makanan, Starbucks juga menyediakan souvenir, seperti boneka, tumbler, mug, dan lainnya. Oleh karena itu, posisi furniture yang sebagai tempat memajang barang-barang tersebut mendapat pengaruh desain interior untuk mendapatkan sirkulasi yang maksimal. Produk juga berpengaruh pada aspek warna interior, kita dapat melihat bahwa pemakaian warna hitam kecokelatan kemungkinan besar diambil dari warna kopi itu sendiri.

Menurut analisa kami, interior Starbucks lebih banyak dipengaruhi oleh filosofi perusahaan Starbucks sendiri, sedangkan pengaruh dari logo untuk diterapkan pada interior tokonya tidak terlalu banyak. Hal ini dikarenakan logo merupakan bagian dari brand name yang menjadi citra dari perusahaan. Interiornya sendiri disesuaikan dengan perkembangan  zaman dan site plan  toko, namun konsep sebagai tempat berkumpul tetap dipertahankan sampai sekarang.

 

  1. 2.      ANALISA NAMA BRAND / LOGO THE BODY SHOP TERHADAP INTERIOR

Pada toko The Body Shop, pengaruh nama brand / logo terhadap interiornya memiliki sedikit pengaruh, hanya pada penerapan warna. Selebihnya, konsep tokonya lebih bergantung pada produk dan konsep Green yang ditawarkan sejak awal berdirinya The Body Shop.

Dalam toko The Body Shop, lebih banyak ditekankan pada produknya daripada sisi estetis dari interior itu sendiri. Produk-produk disusun sedemikian rupa membentuk sebuah sirkulasi dan display yang mudah diakses. Furniture juga tidak terlalu banyak memiliki ornamen, begitupun juga dengan plafon dan lantai toko. Elemen dekoratif pada toko terdapat pada wallpaper dan stiker kaca bergambarkan pepohonan, yang memberi kesan bahwa perusahaan The Body Shop ini adalah perusahaan produk kecantikan dari bahan-bahan alami dan tidak merusak alam.

Produk-produk The Body Shop adalah pengikat antara nama brand / logonya dengan interior toko. Hal ini dikarenakan penyusunan furniture, pemilihan material, pemilihan wallpaper, dan lain sebagainya lebih mengikuti konsep produk itu sendiri daripada konsep nama brand, bahkan mungkin saja nama brand The Body Shop juga tercipta berdasarkan konsep produknya.

 

  1. 3.      ANALISA NAMA BRAND / LOGO ZARA TERHADAP INTERIOR

Berdasarkan hasil analisa, kami dapat melihat bahwa hubungan brand terhadap interior zara disampaikan secara langsung melalui penggunaan warna hitam dan putih yang cukup banyak diaplikasikan.

Warna- warna monokromatik hampir selalu dapat dijumpai di tiap sisi interior zara. Hal ini mempertegas bahwa zara merupakan toko fashion yg elegan dan menjangkau kalangan menegah ke atas.

Selain itu, penggunaan material material yang dapat di daur ulang merupakan hal yang lebih penting dari sekedar penyampaian pesan warna tersebut.

Green adalah salah satu hal yang mendominasi pada visi misi dari zara sendiri. Penggunaan material dan sarana pendukung toko menjadi refleksi dari penyampaian visi itu secara langsung. Pesan inilah yang menjadi pendorong yang memperkuat segi interior zara terhadap brand nya sendiri.

 

 
Leave a comment

Posted by on June 12, 2011 in SEMINAR FSRD UNTAR

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: