RSS

BAB II TINJAUAN DATA part 1

03 Apr

BAB II

TINJAUAN LITERATUR

1. LOGO

1.1. Pengertian Logo

Pertama kali logo disebut dengan LOGOTYPE yang berasal dari bahasa Yunani logos, yang berarti kata, pikira, pembicaraan, akal budi. Pada awalnya hanya berupa logotype, yang berupa tulisan saja namun dengan berkembangnya zaman sehingga yang hanya tulisan saja di kembangkan dengan penambahan gambar ataupun tulisan dengan gambar  berbaur menjadi satu sehingga disebut dengan logotype. Istilah logo terkenal pada tahun 1937 dan hingga kini lebih populer dari logotype. Namun menurut Design Institute Of Australia mengatakan : logo adalah sebuah simbol atau gambar pengindetifikasi perusahaan tanpa kehadiran nama perusahaan. Logotype adalah cara khusus menuliskan nama perusahaan. Logo berbeda dengan brand, namun banyak yang menanggap logo adalah brand tetapi bukan melainkan logo merupakan kegiatan branding yang berbentuk fisik yang dapat di lihat berbeda dengan brand yang mencakup keseluruhannya, baik yang fisik, non-fisik, pengalaman dan asosiasi.

 

1.2. Sejarah Logo

Awal dari logo sejak zaman kekaisaran Romawi ( 27 M – 476 ), diciptakan indentitas nasional pertama : SPQR, singkatan dari ‘ Senatus Populusque Romanus “, atau senat dari  rakyat roma. Diterapkan pada koin literatur politik, legal, sejarah , pada monumen dan lain -lain. Kemudian sejak abad ke 13, sebagai indentifikasi kepemilikan, kerajaan inggris selalu membubuhkan lambang kerajaan ke berbagai benda dari bangunan dan benda-benda inventaris sampai ke atas roti. Pada abad ke 14 para seniman mulai mencantumkan simbol pada karya-karya mereka termasuk pada bangunan. Sejak berkembangnya dunia pencetakan di Eropa sekitar tahun 1439, muncul printer mark / typographer mark untuk melindungi hasil cetak dari pembajakan. Simbol – simbol itu kelama – lamaan berkembang menjadi suatu karya senni tersendiri.

Tahun  1619, Jan Pieterszoon Coen menyatakan Batavia sebagai perdangangan Belanda di Asia Timur melalui perusahaan dagang VOC : Vereenigde Oost Indische Compagnie. Monogram VOC diterakan di semua bangunan dan benda inventaris belanda. Raja louis XV pada tahun 1759 membubuhkan cap pada tiap porselen bekualitas tinggi produksi pabrik miliknya di Vincennes, Perancis. Cap tersebut berupa simbol nama dirinya : Datemark, painters, dan gildres mark, yang menginformasikan tahun produksi siapa pelukisnya dan siapa tukang pelapis emasnya. Bass & ci Brrewery mendaftarkan mereknya pada tahun 1875 di Inggris dan menjadi trademark pertama di dunia. Bentuk segitiga merah pada logo ini sanfat mudah dikenali dan diingat bahkan dilukiskan koleh Edouard Manet dalam salah satu karyanya tahun 1882 : ‘Bar At The Folies Bergere’. Logo itu juga terdapat pada 40 lukisan Picasso di periode kubismenya sekitar tahun 1914. Tahun 1880an James Walter Thompson menerbitkan “The J Walter Thompson Blue book”, menjadi buku seri pertama yang mengulas tentang brand. Ia juga yang meperkenalkan creative Department dalam agensi periklanan JWT yang didirikannya tahun 1864 kini menjadi salah satu yang terbesar di dunia.

Di Amerika, tahun 1885 Frank Mason Robinson mendesain logo coca – cola. Jenis huruf yang digunakan adalah Spencerian Script yang merupakan huruf dominan di amerika pada masa itu. Pada awal abad 19, Procter & Gamble ( P&G ) merupakan salah satu perusahaan pelopor yang menyadari manfaat penggunaan trademark secara konsisten dan tidak hanya itu, P&G juga pelopor pembangunan laboratorium penelitian internal untuk menciptakan produk – produk baru dan melakukan market research untuk mengetahui kebutuhan pelanggan. Sistem indentitas perusahaan diperkenalkan pertama kali oleh Peter Behrens tahun 1907 di Jerman. Behrens mendesain trademark untuk perusahaan elektronik Jerman AEG : ‘Allgemeine Elektrizitats – Gesellschaft’. Lalu trademark tersebut secara konsisten diaplikasikan ke semua karya grafis, bangunan, produk dan periklannya. Karena itu banyak yang menyebut Peter Behrens sebagai Industrial designer pertama dalam sejarah. Orang jermanlah yang pertama kali menggunakan trademark uang bersifat iconic hasil perkembangan dari bentuk huruf Black Letter Schrift (script) / gothic yang tebal. Konsep logo mereka minimal dalam penampilan.. Tidak hanya perusahaan periklanan yang mengerjakan indentitas perusahaan, namun ada juga perusahaan – perusahaan bukan periklanan yang spesialis membuat indentitas perusahaan.

Tahun 1941 Landor Associates didirikan oleh Walter Landor dan menjadi  salah satu firman pembuatan indentitas terbesar  di Amerika. Raymond Loewy, seorang industrial designer kelahiran Perancis yang menjalani karir profesionalnya di Amerika serikat, tahun 1942 mendesain logo Lucky Strike yang tetap digunakan sampai sekarang. Istilah Corporate Identity ( CI ) pertama kali dipopulerkan oleh J.Gordon Lippincott, seorang insinyur sipil. Pada tahun 1943, ia bersama Walter P. Margulies membangun perusahaan konsultan desain bernama Lippincott dan Marguiles, Inc., sekarang menjadi Lippincott. Pada saat televisi menjadi sangat populer di tahun 1945 – 1950 an sejalan dengan bangkitnya perekonomian dunia, bidang periklanan melalui media TV maju pesat mengalahkan media radio dan media cetak. Tone berikan juga mengalami perubahan, yaitu tidak lagi mengiklankan keunggulan produk semata, namun menciptakan brand image. Paul Rand  ( 1914 – 1996 ) salah seorang pelopor Swiss style, terkenal dengan logo berserta sistem indentitasnya, desain cover, layout, majalah dan poster. Di era 1960 an, saat banyak perusahaan di Amerika memiliki logo yang bersifat literal / direct, muncul logo baru yang sangat simbolis dan abstrak : Chase Manhattan Bank. Logo ciptaan Chermeayeff & Geismar ini sangat simple dan elegan, dan sejak saat itu menjadi model bagi banyak logo di tahun 60an dan sesudahnya. Herb Lubalin ( 1918 – 1981 ) adalah seorang desainer Amerika Jenis  yang gaya desainnya banyak mepengaruhi desain grafis masa kini. Karya Lubalin mencakup logo, huruf ( Avant Grade ) , iklan, editorial, poster dan packaging. Komunikasi massa berkembang di tahun 80an. Makin banyak organisasi,konferensi, pameran dan expo internasional yang di adakan dimana – mana. Didukung media yang membuat orang semakin peduli terhadap perkembangan desain dan dunia, salah satunya adalah Art Directors Annual. Buku tahunan yang diterbitkan oleh Art Directors Club ini berisi karya – karya desain pemenang dari seluruh dunia. Pada tahun 1980 negara pertama kali yang  sistem indentias adalah Canada. Sejak tahun 1969 pemerintahannya telah memikirkan perlunya sebuah indentitas lebih dari sekedar lambang dan bendera neagara. Dengan segera negara – negara lain mengikuti langkah Canada. Teknologi berkembang sejak tahu 90an, dimana komputer pribadi sudah banyak digunakan pada tiap rumah sehingga banyak desainer logo menggunakan komputer untuk mendesain logo.  Pada tahun 2000an ditandai denganya   makin maraknya produksi personal dan bertukar informasi dengan leluasa.  Dipermudah dengan mobile technology yang canggih. Semakin banyak kreasi – kreasi desain buatan pribadi termasuk logo yang kreatif dan keluar dari batasan -batasan konvensional.

 

1.3. Aspek dalam Logo

1) Warna

Disadari atau tidak, wana memainkan peran yang sangat besar dalam pengambilan keputusan untuk membeli barang. Penelitian yang dilakukan oleh Institute for color resreach di Amerika ( sebuah institut penelitian tentang warrna) menemukan bahwa seseorang dapat mengambil keputusan terhadap orang lain, lingkungan maupun produk dalam waktu hanya 90 detik saja, dan keputusan tersebut 90%nya didasari warna. Warna juga meningkatkan brand recognition sebanyak 80%, menurut penelitian yang dilakukan university of Loyola, Chicago, Amerika. Karena itu memilih warna yang tepat merupakan proses yang sangat penting dalam mendesain indentitas visual. Untuk itu dibutuhkan riset mendalam menyangkut beberapa bidang, antara lain psikologi, budaya dan komunikasi.

Umumnya ada dua macam warna indentitas visual, yaitu warna pada logo dan warna iuntuk corporate color yang digunakan dalam aplikasi – aplikasi desain menggunakan warna yang sama deangan warna logo, namun ada juga yang memperluas jangkauan area warnanya.

Beberapa sifat dan karakter warna :

Warna-warna sejuk

Biru, Hijau, Ungu, Pirus dan Perak adalah warna-warna sejuk. Warna-warna sejuk cenderung berpengaruh memberikan perasaan tenang bagi yang melihatnya. Meskipun digunakan sendiri, warna-warna ini bisa mempunyai rasa dingin atau impersonal, oleh sebab itu memilih warna-warna sejuk, mungkin bijaksana untuk menambahkan warna dari kelompok lain untuk menghindari ini.

Berikut beberapa makna dari beberapa warna sejuk:

  • Biru
    Positif: keheningan, mencintai, kesetiaan, keamanan, percaya, intelligence
    Negatif: kedinginan, ketakutan, kejantanan
  • Hijau
    Positif: uang, pertumbuhan, kesuburan, kesegaran, healing
    Negatif: iri hati, kecemburuan, kesalahan, kekacauan
  • Ungu
    Ungu adalah kombinasi biru dan merah, oleh sebab itu ditemukan baik kategori-kategori
    hangat maupun sejuk
    Positif: raja, kaum ningrat, spirituality, kemewahan, ambition
    Negatif: misteri, kemasgulan
  • Pirus
    Positif: rohani, sembuh, perlindungan, sophisticated
    Negatif: cemburu, kewanitaan
  • Perak
    Positif: glamor, tinggi, anggun, sleek
    Negatif: pengkhayal, tidak tulus

Warna Hangat

Merah, merah muda, kuning, orange, warna ungu, dan emas adalah warna hangat. Warna hangat cenderung mempunyai suatu efek kegairahan bagi yang melihatnya. Bagaimanapun ketika warna ini digunakan sendiri dapat menstimulasi, membangitkan emosi kekerasan/kehebatan dan kemarahan. Ketika memilih nada hangat, menambahkan warna dari kelompok yang lain akan membantu ke arah menyeimbangkan ini.

Berikut beberapa makna dari beberapa warna hangat:

  • Merah
    positif: cinta, energi, kuasa, kekuatan, penderitaan, panas
    negatif: kemarahan, bahaya, peringatan, ketidaksabaran
  • Merah muda
    positif: sehat, bahagia, feminin, rasa kasihan, manis, suka melucu
    negatif: kelemahan, kewanitaan, ketidak dewasaan
  • Kuning
    positif: terang/cerdas, energi, matahari, kreativitas, akal, bahagia
    negatif: penakut, tidak bertanggungjawab, tidak stabil
  • Orange
    positif: keberanian, kepercayaan, kehangatan/keramahan, keakraban, sukses
    negatif: ketidak-tahuan, melempem, keunggulan
  • Ungu
    – Warna ungu ditemukan di dalam kedua-duanya warna dingin dan hangat
    positif: royalti, kebangsawanan, kerohanian, kemewahan, ambisi
    negatif: kegaiban, kemurungan
  • Emas
    positif: kekayaan, kemakmuran, berharga, tradisional
    negatif: ketamakan, pemimpi

Warna Netral

Coklat, berwarna coklat, gading, kelabu, putih dan hitam adalah warna netral. Warna netral adalah suatu pemilihan agung untuk bergaul dengan suatu palet(lukis) hangat atau dingin. warna-warna itu adalah yang baik untuk latar belakang dalam suatu disain, dan juga cenderung untuk berbicara lebih pelan, penggunaan dari yang lain lebih menaklukkan warna. Tambahkan hitam untuk menciptakan suatu yang lebih gelap ” keteduhan” tentang suatu warna utama, sedang putih ditambahkan untuk menciptakan suatu tongkang/geretan ” warna”.

Berikut beberapa makna dari beberapa warna netral:

  • Hitam
    positif: perlindungan, dramatis, serius, bergaya/anggun, formalitas
    negatif: kerahasiaan, kematian, kejahatan/ malapetaka, kegaiban
  • Kelabu
    positif: keamanan, keandalan, kecerdasan/inteligen, padat, konservatif
    negatif: muram, sedih, konservatif
  • Cokelat
    positif: ramah, bumi, keluar rumah, umur panjang, konservatif
    negatif: dogmatis, konservatif
  • Tan ( wol halus yang masih putih)
    positif: ketergantungan, fleksibel, keriting, konservatif
    negatif: tumpul, membosankan, konservatif
  • Gading
    positif: ketenangan, kenyamanan, kebersihan/kesucian, hangat
    negatif: lemah, tidak stabil
  • Putih
    positif: kebaikan, keadaan tak bersalah, kemurnian, segar, gampang, bersih
    negatif: musim dingin, dingin, jauh

 

2) Tipografi

Sejarah Tipografi

Tipografi, sebagai salah satu metode yang menterjemahkan kata-kata menjadi bentuk atau gambaran sudah digunakan sejak jaman dahulu. Dimulai sejak awal jaman lukisan di gua (early cave drawing age), dimana nenek moyang kita menggambarkan pengalaman mereka di dinding gua. Pada awalnya, yang digunakan adalah pictogram, yaitu gambar yang mewakili bentuk benda yang dimaksud. Secara perlahan, berdasarkan asosiasi, beberapa pictogram berubah menjadi ideogram, yaitu simbol yang bentuknya tidak persis mewakili bentuk yang dimaksud sehingga dapat digunakan untuk berbagai arti. Ideoram berkembang sehingga mempunyai gaya penulisan yang tertentu dan mulai mewakili bunyi suara. Seiring dengan perkembangan tersebut, kecepatan dalam menulis juga berkembang sehingga bentuk individual simbol juga semakin sederhana dan abstrak.

Pada awal tahun 2800 sebelum Masehi, bangsa Sumaria telah mempunyai sistem menulis dengan formal, abstrak simbol, yang disebut cuneiform, yang kemudian menjadi basis daripada modern alphabet yang kita gunakan. Demikianlah simbol-simbol tersebut terus berkembang dan bertambah sesuai dengan bunyi suara, dan semakin abstrak bentuknya. Melalui gerakan penyebaran kekuasaaan dan agama, bangsa Romawi juga menyebarkan sistem penulisan terutama untuk menyimpan peristiwa dan ceritera, dimana calligrafi menjadi populer dan berkembang. Kebutuhan membaca dan menulis juga semakin meningkat.

 

Peran tipografer

Sampai pada jaman tersebut, tipografi sebagai bidang yang berfokus pada bentuk huruf belum populer. Perkembangan tipografi mulai menjadi populer dimulai  pada abad ke lima belas dengan ditemukannya sistem pencetakan dengan menggunakan ‘movable type’. Pada saat yang bersamaan, keinginan dan kemampuan membaca masyarakat juga meningkat, membuat kebutuhan akan buku, surat kabar, dan lain-lain juga meningkat. Pada saat inilah profesi tipografer mulai muncul. Fungsi daripada tipografer pada saat itu adalah mengawasi keseluruhan proses produksi termasuk di dalamnya pembuatan huruf dan pencetakannya.

Revolusi Industri membawa pengaruh terhadap kecepatan dan spesialisasi dalam segala bidang. Sistem percetakan yang tadinya manual berubah menjadi mekanik. Spesialisasi pekerjaan semakin berkembang, muncul spesialisasi pekerjaan seperti desainer bentuk huruf (type designer), pengatur huruf (typesetter), pencetak (printers), dan lain sebagainya. Desainer komunikasi visual dan tipografer adalah dua profesi yang berbeda, walau fungsinya dalam suatu karya desain saling terikat. Dalam sebuah karya desain, desainer komunikasi visual memberikan spesifikasi type yang dia inginkan, dan typesetter akan melakukan penyusunan type tersebut bagi sang desainer. Segi positif dari spesialisasi ini, setiap ahli semakin ahli dan bertanggung jawab pada bidangnya. Pada masa-masa ini dapat dilihat penggunaan type yang lebih memperhatikan keindahan bentuk huruf.

Pengaruh dari kemajuan teknologi tersebut membawa dampak pada penggunaan illustrasi dan foto pada karya desain. Kemampuan mencetak gambar dengan kualitas yang baik membuat banyak desainer komunikasi visual tergerak untuk menggunakan gambar sebagai inti dari karya desainnya dan kecenderungan mengesampingkan tipografi. Selain itu, kemudahan dalam proses produksi desain melahirkan banyak desainer amatir yang kurang mengerti prinsip-prinsip desain dan pentingnya tipografi. Akibatnya, banyak kita temui desain sampul majalah, poster, brosur, yang penyusunan hurufnya tidak sejalan dengan tema dan gambar yang digunakan, sehingga terdapat kesan bahwa huruf-huruf tersebut asal diletakan saja

Tipografi pada logo

Sama halnya dengan warna, tipografi yang dibahas dalam hal ini ada dua macam, yaitu tipografi dalam logo (letter marks), dan tipografi yang digunakan dalam media – media aplikasi logo ( coporate typeface / corporate typography ).  Karena memiliki fungsi yang berbeda, karakteristik huruf yang digunakan dpada letter marks dengan coporate typeface juga bebeda. Misalnya bila sebuah logo menggunakan jenis huruf futura, bukan bearti corporate typefacenya harus menggunakan huruf futura juga.

Pada letter marks, keunikan menjadi hal yang paling utama dalam logo, maka jenis hurufnya pun harus uni. Biasanya jenis huruf letter marks dirancang khusus atau menggunakan jenis huruf yang sudah ada namun di ubah bentuknya. Sedangkan corporate typeface lebih bertujuan untuk menjaga kesatuan desain / unity antar media -media / aplikasi desainperusahaan. Juga memiliki fungsi -fungsi tipografi pada umumnya, yaitu penyampai informasi yang harus nyaman dibaaca dengan segala kriterira – kriteriannya ( legible, readable, dan lain – lain ).

Corporate typeface banyak menggunakan jenis huruf yang sudah beredar dipasaran, tetapi  tidak sedikit perusahaan besar yang merancang sendiri hurufnya. Tujuannya supaya sesuai dengan kepribadian entitasnya, mempertahankan keunikan dan konsistensi indentitas sampai ke elemen – elemen kecil. Pemilihan atau penciptaan jenis huruf perusahaan tidak berdasarkan selera / kesukaan semata. Masing – masing jenis huruf, seperti elemen identitas lainnya, membawa sifat / kepribadiaannya sendiri. Di negara lain, tidak sedikit lamabang oendidikan yang memiliki jeneis hurufnya sendiri. Elemen indentitas tersebut selain memperkuat brand, sekaligus berfungsi menjual, juga dapat menimbulkan kebanggan tersendiri terhadap alamamater.

Beberapa contoh Tipografi :

  • Roman, pada awalnya adalah kumpulan huruf kapital seperti yang biasa ditemui di pilar dan prasasti Romawi, namun kemudian definisinya berkembang menjadi seluruh            huruf yang mempunyai ciri tegak dan didominasi garis lurus kaku.
  • Serif, dengan ciri memiliki serif di ujungnya. Selain membantu keterbacaan, serif juga memudahkan saat huruf diukir ke batu.

Contoh penggunaan huruf serif di nisan Johanna Christine, Museum Taman Prasasti

  • Egyptian, atau populer dengan sebutan slab serif. Cirinya adalah kaki/sirip/serif yang berbentuk persegi seperti papan dengan ketebalan yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulkan adalah kokoh, kuat, kekar dan stabil.

Salah satu contoh huruf slab serif di nisan Thomas de Souza, di pintu masuk Museum Taman Prasasti

  • Sans Serif, dengan ciri tanpa sirip/serif, dan memiliki ketebalan huruf yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulkan oleh huruf jenis ini adalah modern, kontemporer dan efisien.

  Script, merupakan goresan tangan yang dikerjakan dengan pena, kuas atau pensil tajam dan biasanya miring ke kanan. Kesan yang ditimbulkannya adalah sifast pribadi dan akrab.

Huruf sejuta umat

Ada jenis huruf yang sangat terkenal dan sering sekali digunakan orang. Ia ada dimana – mana, mulai dari pentujuk jalan, logo perusahaan sampai pesawat ruang angkasa. Jenis huruf itu adalah Helvetica. Helvetica sangat populer seklaigus menimbulkan banyak  pro-kontra di antar para sesainer. Contohnya Neville Brody, seorang desainer  grafis, typographer dan art director, pernah mengatakan helvetica adalah senjata utama desain. Sedangkan Eric Spiekermann, typographer Jerman mengatakan Helvetica terlalu lazim, membosankan, sudah sering digunakan, atau untuk mencari aman.

3) Elemen pada Gambar

Elemen yang harus di miliki untuk medesain logo berupa :

  • Garis
    Logo yang baik kerap menggunakan garis pada karya-karya mereka untuk membawa perhatian pengamat pada subjek utama. Garis juga dapat menimbulkan kesan kedalaman dan memperlihatkan gerak pada gambar. Ketika garis-garis itu sendiri digunakan sebagai subjek, yang terjadi adalah gambar-gambar menjadi menarik perhatian. Tidak penting apakah garis itu lurus, melingkar atau melengkung, membawa mata keluar dari gambar. Yang penting garis-garis itu menjadi dinamis.
  • Shape
    Salah satu formula paling sederhana yang dapat membuat sebuah logo menarik perhatian adalah dengan memberi prioritas pada sebuah elemen visual. Shape adalah salah satunya. Kita umumnya menganggap shape sebagai outline yang tercipta karena sebuah shape terbentuk, pada intinya, subjek foto, gambar dianggap memiliki kekuatan visual dan kualitas abstrak. Untuk membuat shape menonjol, anda harus mampu memisahkan shape tersebut dari lingkungan sekitarnya atau dari latar belakang yang terlalu ramai. Untuk membuat kontras kuat antara shape dan sekitarnya yang membentuk shape tersebut. Kontras ini dapat terjadi sebagai akibat dari perbedaan gelap terang atau perbedaan warna.
    Sebuah shape tentu saja tidak berdiri sendiri. Ketika masuk kedalam sebuah pemandangan yang berisi dua atau lebih shape yang sama, kita juga dapat meng-crop salah satu shape untuk memperkuat kualitas gambar. Kita bisa ambil contoh foto yang mengandung unsur shape adalah foto shilouet, foto tersebut membandingkan objek yang dalam keadaan terang dan gelap dimana objek yang gelap atau tidak terkena cahaya atau objek di depan cahaya itu akan membentuk shape .
  • Form
    Ketika shape sendiri dapat mengindentifikasikan objek, masih diperlukan form untuk memberi kesan padat dan tiga dimensi. Hal ini merupakan faktor penting untuk menciptakan kesan kedalaman dan realitas. Kualitas ini tercipta dari bentukan cahaya dan tone yang kemudian membentuk garis-garis dari sebuah objek. Faktor penting yang menentukan bagaimana form terbentuk adalah arah dan kualitas cahaya yang mengenai objek tersebut.
  • Tekstur
    Sebuah logo dengan gambar teksur yang menonjol dapat merupakan sebuah bentuk kreatif dari shape atau pattern. Jika memadai, tekstur akan memberikan realisme pada foto, membawa kedalaman dan kesan tiga dimensi ke subyek anda.
    Tekstur dapat terlihat jelas pada dua sisi yang berbeda. Ada tekstur yang dapat ditemukan bila kita mendekatkan diri pada subyek untuk memperbesar apa yang kita lihat, misalnya bila kita ingin memotret tekstur permukaan sehelai daun. Ada pula saat dimana kita harus mundur karena subyek yang kita tuju adalah pemandangan yang sangat luas. Tekstur juga muncul ketika cahaya menerpa sebuah permukaan dengan sudut rendah, membentuk bayangan yang sama dalam area tertentu.
    Memotret tekstur dianggap berhasil bila pemotret dapat mengkomunikasikan sedemikian rupa sehingga pengamat foto seolah dapat merasakan permukaan tersebut bila menyentuhnya. Sama seperti pattern, tekstur paling baik ditampilkan dengan beberapa variasi dan nampak melebar hingga keluar batas gambar.
  • Patterns
    Pattern yang berupa pengulangan shape, garis dan warna adalah elemen visual lainnya yang dapat menjadi unsur penarik perhatian utama. Keberadaan pengulangan itu menimbulkan kesan ritmik dan harmoni dalam gambar. Tapi, terlalu banyak keseragaman akan mengakibatkan gambar menjadi membosankan. Rahasia penggunaan pattern adalah menemukan variasi yang mampu menangkap perhatian pemerhati.
    Pattern biasanya paling baik diungkapkan dengan merata. Walaupun pencahayaan dan sudut bidikan kamera membuat sebuah gambar cenderung kurang kesan kedalamannya dan memungkinkan sesuatu yang berulangkali menjadi menonjol.
 
Leave a comment

Posted by on April 3, 2011 in SEMINAR FSRD UNTAR

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: