RSS

Hair Maintenance

OMG! Setelah hampir 2 tahun baru saya update post yang sebelumnya! Sorry it’s kinda late~

 

Now, let’s continue the review regarding Svenson.

Saya pakai Svenson selama tahun di 2012, di 2013 saya tidak lanjut lagi. Karena… Tidak terlalu ada perkembangan yang signifikan. Benar, 3-4 bulan saya treatment sih bagus, muncul banyak baby hair. Tapi timingnya pas sekali, saat itu saya sedang sibuk tugas akhir dan cukup bikin stress… Sedangkan therapistnya bilang, gak boleh begadang dan jangan stress ya biar rambut kamu bagus.. Apa daya… 

Akhirnya saya stop treatment di Svenson selama1 tahun, di awal 2013 saya tidak treatment lagi.

Setelah stop, saya coba berbagai tonic rambut… Wah uda banyak sekali produk2 hair tonic yang pernah saya pakai. Saya tidak tahu apakah ini emang udah bawaan genetik, atau gimana (cuma bisa terima nasib, hiks~), volume rambut gitu-gitu aja… Capek deh..

Sampai kira-kira pada bulan Oktober 2013, saya potong rambut yang udah panjang mencapai dada, menjadi di atas bahu… And it was a right choice. Solusi untuk rambut tipis (rambut saya tipis banget sumpah!) ternyata bagusan dipendekin aja, jadi kelihatan bervolume.. Note that wajah saya tipe bulat, tapi dengan potongan yang tepat jadi lebih fresh! :))

 

Ok, kembali ke review. Jadi intinya sih Svenson kurang cocok di kepala saya, hasilnya kurang terlihat. Namun bagi yang ingin mencoba, silahkan! Mungkin emang kepala saya yang agak bandel, hehe.. Btw saya suka ketika treatment, pijatan therapisnya benar-benar bikin nyaman. That is a very plus point!

 

Regards,

VionaJessica

 
Leave a comment

Posted by on January 2, 2014 in Activities: Beauty Work

 

Tags: , ,

Hair Maintenance

Jadi… Sebelum memutuskan berkunjung ke klinik rambut yang satu ini, udah sempet nyari-nyari info tentang klinik ini… Tapi hasil yang didapatkan agak nihil, saya tidak menemukan forum yang ngebahas tentang Svenson. Akhirnya hanya dari referensi websitenya, kemudian pergi juga ke Svenson Taman Anggrek, Jakarta…

Result: Kulit kepala super oily, numpuk dan menghambat pertumbuhan rambut. Makanya rambut saya kagak tebel-tebel =.=”
Sebelumnya saya juga punya masalah penipisan rambut… Sekalian cek juga, apakah benar bisa diobati? hehehe…

25 Feb, hari pertama mencoba treatment Svenson. Harganya… Mungkin tidak bisa dibilang murah, tp semoga bisa menjadi investasi yang bagus. #pray

Akan update lagi setelah ada perkembangan, see ya :)

 
Leave a comment

Posted by on February 25, 2012 in Activities: Beauty Work

 

BAB V – KESIMPULAN

BAB V

KESIMPULAN

      Berdasarkan sumber data literatur dan data survey yang telah dipaparkan diatas, kami menarik kesimpulan mengenai keterkaitan antara pengaruh nama brand atau logo terhadap perancangan interior toko, yaitu bahwa kedua hal tersebut memiliki hubungan yang didasari oleh filosofi perusahaan dan produk yang dikeluarkan perusahaan. Nama brand dan interior, keduanya terikat oleh keberlangsungan produk. Tanpa produk maka interior yang diciptakan tidak akan seperti sekarang ini, terutama dalam hal penggunaan furniture dan penentuan posisi furniture.

Aspek yang paling mencolok dalam hubungan antara logo dan interior adalah aspek warna, dimana setiap logo memiliki jenis tulisan / gambar / warna tertentu yang menjadi ciri khas perusahaan, sehingga mudah dikenali. Namun ini juga dapat berarti bahwa pengaruh logo terhadap elemen interior lainnya seperti bentuk furniture, organisasi ruang, plafon dan sebagainya, adalah hampir tidak ada. Selebihnya ialah dengan memahami visi misi perusahaan yang bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik untuk konsumennya, baik dalam susunan organisasi ruang sampai kemudahan mendapatkan informasi.

 
5 Comments

Posted by on June 12, 2011 in SEMINAR FSRD UNTAR

 

BAB IV ANALISA DATA

BAB IV

ANALISA DATA

 

  1. 1.      ANALISA NAMA BRAND / LOGO STARBUCKS TERHADAP INTERIOR

Menurut tulisan-tulisan sebelumnya mengenai sejarah Starbucks Coffee Shop, kita dapati bahwa logo Starbucks memiliki filosofi yang sangat kuat, yaitu ditujukan kepada para nelayan yang baru selesai melaut  untuk melepaskan lelah sambil memnikmati kopi. Karena berkaitan dengan laut itulah, Starbucks menggunakan simbol makhluk mitologi Siren, dimana berdasarkan filosofinya Siren merupakan wanita penggoda yang memikat para pelaut dengan menggunakan musik dan suara mereka. Dapat dikatakan bahwa Starbucks ingin memikat para pelaut untuk datang ke tokonya. Kita juga dapat melihat bahwa perusahaan starbuck sendiri sangat berpegang pada filosofi awalnya.

Pada interior toko Starbucks Coffee Shop yang kami survey di Grand Indonesia, desain tokonya modern dan disesuaikan dengan fasad  gedung, dan tidak terlalu banyak pengaruh dari logo nya sendiri. Pengaruh logo hanya pada pintu masuk dengan tullisan STARBUCKS COFFEE yang berwarna hijau yang berasal dari logo starbuck nya sendiri. Walaupun dengan konsep desain yang tidak banyak pengaruh dari logonya sendiri, kita tetap dapat melihat konsep desainnya dimana desain Starbucks bertujuan bagi orang – orang yang melepas lelah dan sambil ngobrol.

Selain filosofi, produk merupakan hal ke dua yang sangat berpengaruh pada interior maupun  logo. Dapat kita lihat pada interiornya, produk juga berpengaruh pada peletakkan posisi counter, furniture serta jalur sirkulasi pada toko. Hal ini dikarenakan sistem penjualan dari produk itu sendiri, yang disesuaikan dengan fasad bangunan.

Selain menjual produk minuman dan makanan, Starbucks juga menyediakan souvenir, seperti boneka, tumbler, mug, dan lainnya. Oleh karena itu, posisi furniture yang sebagai tempat memajang barang-barang tersebut mendapat pengaruh desain interior untuk mendapatkan sirkulasi yang maksimal. Produk juga berpengaruh pada aspek warna interior, kita dapat melihat bahwa pemakaian warna hitam kecokelatan kemungkinan besar diambil dari warna kopi itu sendiri.

Menurut analisa kami, interior Starbucks lebih banyak dipengaruhi oleh filosofi perusahaan Starbucks sendiri, sedangkan pengaruh dari logo untuk diterapkan pada interior tokonya tidak terlalu banyak. Hal ini dikarenakan logo merupakan bagian dari brand name yang menjadi citra dari perusahaan. Interiornya sendiri disesuaikan dengan perkembangan  zaman dan site plan  toko, namun konsep sebagai tempat berkumpul tetap dipertahankan sampai sekarang.

 

  1. 2.      ANALISA NAMA BRAND / LOGO THE BODY SHOP TERHADAP INTERIOR

Pada toko The Body Shop, pengaruh nama brand / logo terhadap interiornya memiliki sedikit pengaruh, hanya pada penerapan warna. Selebihnya, konsep tokonya lebih bergantung pada produk dan konsep Green yang ditawarkan sejak awal berdirinya The Body Shop.

Dalam toko The Body Shop, lebih banyak ditekankan pada produknya daripada sisi estetis dari interior itu sendiri. Produk-produk disusun sedemikian rupa membentuk sebuah sirkulasi dan display yang mudah diakses. Furniture juga tidak terlalu banyak memiliki ornamen, begitupun juga dengan plafon dan lantai toko. Elemen dekoratif pada toko terdapat pada wallpaper dan stiker kaca bergambarkan pepohonan, yang memberi kesan bahwa perusahaan The Body Shop ini adalah perusahaan produk kecantikan dari bahan-bahan alami dan tidak merusak alam.

Produk-produk The Body Shop adalah pengikat antara nama brand / logonya dengan interior toko. Hal ini dikarenakan penyusunan furniture, pemilihan material, pemilihan wallpaper, dan lain sebagainya lebih mengikuti konsep produk itu sendiri daripada konsep nama brand, bahkan mungkin saja nama brand The Body Shop juga tercipta berdasarkan konsep produknya.

 

  1. 3.      ANALISA NAMA BRAND / LOGO ZARA TERHADAP INTERIOR

Berdasarkan hasil analisa, kami dapat melihat bahwa hubungan brand terhadap interior zara disampaikan secara langsung melalui penggunaan warna hitam dan putih yang cukup banyak diaplikasikan.

Warna- warna monokromatik hampir selalu dapat dijumpai di tiap sisi interior zara. Hal ini mempertegas bahwa zara merupakan toko fashion yg elegan dan menjangkau kalangan menegah ke atas.

Selain itu, penggunaan material material yang dapat di daur ulang merupakan hal yang lebih penting dari sekedar penyampaian pesan warna tersebut.

Green adalah salah satu hal yang mendominasi pada visi misi dari zara sendiri. Penggunaan material dan sarana pendukung toko menjadi refleksi dari penyampaian visi itu secara langsung. Pesan inilah yang menjadi pendorong yang memperkuat segi interior zara terhadap brand nya sendiri.

 

 
Leave a comment

Posted by on June 12, 2011 in SEMINAR FSRD UNTAR

 

BAB III Tinjauan Lapangan – ZARA

3. ZARA

3.1  BRAND HISTORY

Zara sebuah perusahaan retail fashion yang belakangan ini paling berkembang dan dikenal masyarakat di dunia. Pada awalnya perusahaan ini digagasi oleh grup inditex yang dimiliki oleh bisnis Spanyol Tycoon Amancio Ortega.

Kelompok ini brerlokasi di A Coruna, Galicia, Spanyol, dimana toko Zara yang pertama dibuka pada tahun 1975.

Dimulai dengan toko pertamanya, sekarang Zara memiliki sebanyak 1520 outlet dan kemudian tersebar ke seluruh dunia. Yang terpenting untuk dicatat bahwa 75% dari total pendapatan adalah bagian dari penjualan didapat dari penjualan internasional.

Visi Misi

Melalui model bisnis, Zara ingin membantu perkembangan berkelanjutan masyarakat dan lingkungan dengan yang berinteraksi. Komitmen terhadap lingkungan merupakan bagian dari kebijakan kelompok Inditex tanggung jawab sosial perusahaan.

Beberapa tujuan dan tindakan yang dilakukan dalam rangka komitmen lingkungan mereka, langsung terkait dengan toko dan pelanggan sebagai berikut :

1. Mengurangi produksi limbah dan mendorong daur ulang

Daur ulang gantungan dan tag keamanan yang dikumpulkan di toko-toko dan diproses untuk diubah menjadi barang plastik lainnya, adalah salah satu contoh pengelolaan limbah. Jutaan gantungan dan tag keamanan diproses setiap tahun. Sebagai tambahan, baik kardus dan plastik yang digunakan adalah hasil daur ulang.

2.Meningkatkan kesadaran di antara anggota tim

Komunikasi kampanye dan rencana pelatihan khusus multimedia untuk meningkatkan kesadaran karyawan akan perlunya praktek-praktek berkelanjutan seperti pemangkasan konsumsi energi, dengan menggunakan transportasi berkelanjutan atau memodifikasi kebiasaan perilaku.

3. Penggunaan kertas atau kantong plastik biodegradable

Penggunaan kertas atau kantong plastik biodegradable 90% dari tas Zara memberikan kepada pelanggan adalah terbuat dari kertas. Namun kantong plastikdigunakan dalam minoritas kasus, pada waktu-waktu tertentu seperti kampanye penjualan. Semua tas plastik yang mereka gunakan adalah biodegradable yangmereka terurai melalui proses biologis alami yang mencegah pencemaran lingkunganakibat plastik tradisional. Plastik ini dapat diidentifikasi dengan logo d2w.

3.Hasilkan didaur ulang informasi.

Komitmen untuk menggunakan kertas dan bahan-bahan daur ulang PEFC diperpanjang untuk bahan yang digunakan untuk informasi pelanggan. Katalog fashion mereka dicetak di atas kertas dengan FSC / PEFP MARK (menjamin sertifikat pengelolaan hutan lestari)

4. Menggunakan kain ekologi, seperti katun organik. 

Zara Mendukung pertanian ekologis dan menggunakan katun organik dalam produksi item yang dipilih dari pakaian (100 katun%, benar-benar bebas pestisida, agen kimia dan pemutih). Dengan label khas produk ini dapat diidentifikasi dengan sangat mudah di toko.

5.Memproduksi PVC-free sepatu 

Penggunaan turunan minyak bumi Tidak atau bahan non-biodegradable dalam memproduksi alas kaki.

6.Kebijakan transportasi

Transportasi truk pengangkut pakaian membawa lebih dari 200 juta potong pakaian per tahun dan menggunakan bahan bakar biodiesel 5%. Langkah ini memungkinkan kita untuk mengurangi emisi CO2 ke atmosfer lebih dari 500 ton.
7.Perlindungan hewan

Semua produk hewani, termasuk bulu kulit dijual di Zara eksklusif berasal dari hewan dipelihara dalam bentuk ternak dan tidak pernah dari hewan kurban.

3.2     PRODUK

Produk yang dijual sangat beragam, diklasifikasikan dalam beberapa kategori, sebagai berikut :

1.   Zara Woman

Menjual produk-produk trench coat, parkas, rok, kaos, kemeja, belt, baju renang, kemeja,tas lengan, scarves, jaket

2.   Zara trf

Menjual produk-produk  parkas, blazer,dress, rok,jeans, kaos, kemeja, sepatu, tas lengan, dan aksesoris

3.   Zara  Man

Menjual produk-produk  jaket, dasi, kemeja, kaos, celana panjang , jeans, topi, sepatu, tas, Bermudas, kaos lengan panjang

4.   Zara  kids

Menjal produk-produk untuk anak  usia 0-14 tahun meliputi kaos, jaket, sepatu, parkas.

Target Konsumen

Target konsumen dari Zara sendiri dibagi berdasarkan produk yang dijual , zara Man dan Woman menargetkan pasarnya pada usia produktif dengan kisaran usia 25- 40 tahun. Sedangkan zara TRF memiliki pasar dengan range usia 18-30 tahun. Zara kids memiliki pasar dengan usia pengguna 0-14 tahun.

 

3.3 LOGO

Logo zara  memiliki jenis font times new roman, tiap huruf berdiri sendiri dan ditulis dalam huruf besar.

Warna logonya sendiri adalah hitam putih. Tidak terdapat gambar di dalam logonya.

Pesan yang diinginkan dalam warna hitam logo ini adalah bahwa ZARA merupakan tren fashion sepanjang masa yang elegan, dan menjangkau kalangan menengah keatas. Huruf kapital yang ditampilkan melambangkan kebesaran perusahaan ZARA yang kokoh dak tegas.

3.4  DATA LAPANGAN

Material-material yang digunakan dalam interior toko zara merupakan material yang diproduksi secara missal, penggunaan warna hitam putih dan abu-abu dominan dalam interiornya.

Penyampaian pesan secara frontal dari logo terhadap interior ditemukan dalam penggunaan warna yang dapat kita lihat secara dominan. Material- material dapat didaur ulang merupakan point yang penting yang merupakan salah satu misi dari zara itu sendiri juga dapat kita temukan langsung disini.

Penggunaan track lamp sepanjang toko dipakai dalam mendisplay barang . Sedangkan downlight sebagai pencahayaan general sendiri tidak terlalu banyak digunakan. Penggunaan warna hitam dan putih tetap dominan pada tiap sisinya.

 

Toko satu dengan lainnya memiliki kedekatan warna dan material, meskipun tidak sama mutlak. Sebagai contoh beberapa pelapis lantai memiliki jenis material yang berbeda antar satu toko dengan toko lainnya.

 
4 Comments

Posted by on June 10, 2011 in SEMINAR FSRD UNTAR

 

BAB III – Tinjauan Lapangan Starbucks – Part 1

1.STARBUCKS

1.1.SEJARAH STARBUCKS

Starbucks dimulai pada tahun 1971 ketika tiga akademisi-guru bahasa Inggris Jerry Baldwin, guru sejarah Zev Siegel, dan penulis Gordon Bowker-membuka toko yang disebut Starbucks Coffee, Teh, dan Spice di tombak turis Place Market di Seattle. Baldwin, Siegel, dan Bowker memilih Starbucks nama untuk menghormati Starbuck, karena mereka pikir nama itu membangkitkan bertema laut lepas dan pelayaran yang tradisi para pedagang kopi awal. Logo perusahaan baru, yang dirancang oleh seorang teman seniman, adalah seorang putri duyung dua sisi dikelilingi dengan nama toko.

Awalnya, Siegel telah membayar karyawan saja. Pada bulan-bulan awal, masing-masing pendiri pergi ke Berkeley untuk mempelajari lebih lanjut tentang kopi panggang dari mentor mereka, Alfred Peet. Untuk sebagian besar tahun pertama, Starbucks memesan biji kopi dari Peet’s, tapi kemudian para mitra membeli roaster digunakan dari Belanda dan mendirikan operasi dipanggang di sebuah gedung bobrok di dekatnya.

Pada awal 1980-an, perusahaan Starbucks telah memiliki 4 cabang toko di Seattle dan memberi keuntungan setiap tahun sejak pertama dibuka. Perjalanan kepemilikan perusahaan Starbucks cukup panjang. Namun pada 1980-an, Howard Schultz menjadi investor pertama untuk Starbucks dan terus mengembangkan perusahaan. Starbucks terus menuai sukses bahkan sampai sekarang, dan kini telah memiliki berbagai cabang yang terdapat hampir di seluruh dunia.

1.2.LOGO STARBUCKS

Pada awalnya Starbucks mencari logo dengan konsep tradisi pelaut pedagang kopi. Dengan meneliti buku laut tua, mereka menemukan sebuah simbol dari ukiran kayu: putri duyung berekor dua yang merupakan makhluk mitologi dari lautan. Akhirnya diputuskan bahwa mereka akan memakai gambar makhluk bernama Siren ini, dikelilingi oleh nama perusahaan mereka.

Putri duyung Twin-tailed (atau Siren) muncul di banyak ukiran kayu non-Skandinavia non-Norse dari abad kelima belas-dan keenam belas juga. The Sanitatis Hortus (1491), misalnya, memiliki citra ukiran kayu dari putri duyung berekor dua yang sering termasuk dalam diskusi tentang logo Starbucks:

Tetapi jika itu benar-benar salah satu putri duyung ukiran kayu lain yang terinspirasi logo, Heckler dan Schultz perlu menjelaskan mengapa mereka kemudian memutuskan untuk memberikan mahkotanya seperti Melusine’s.. Hanya Melusine, para leluhur wanita kerajaan raja-raja Plantagenet, biasanya dinobatkan .

Logo Evolusi Starbucks

           Logo A adalah inspirasi awal sebelum dibentuk menjadi logo B tahun 1971 saat Starbucks pertama kali berdiri di Seattle dengan menjual Biji Kopi, teh dan rempah. Singkat cerita, Baldwin menjual Starbucks pada Schultz     Pada tahun 1987 dan Schultz merubah gerai Il Giornale menjadi Starbucks. Jadilah gambar logo D. Logo E adalah gambar logo yang dipakai saat tahun 1992, saat Starbucks pertama kali masuk pasar saham. Dan logo tersebut dipakai sampai tahun 2010. Tahun 2008, ada pembuatan logo yang memodifikasi logo awal Starbucks tahun 1971. Itu adalah Logo F.  Logo tahun 2008 dipakai dengan slogan “Roasting coffee since 1971. The best cup then. The best cup now” untuk memperkenalkan Pike Place Roast blend yang baru.

Namun pada tahun 2011 logo strabuck mengalami redisign pada logo starbuck. Perubahan pada logo tidak signifikan, Starbucks tetap menjaga substansi dari logo awal berupa ikon putri duyung (siren) dan warna hijau. Hanya bagian nama dan tanda bintang pada logo yang dihilangkan, Sehingga, banyak kalangan menilai bahwa Starbucks mengikuti jejak perusahaan-perusahaan lain seperti Shell, Nike, dan Apple yang telah lebih dulu mengambil langkah ini (Logo tanpa nama).

Berikut adalah pendapat Mike Peck, Senior Design Manager Starbucks tentang perubahan logo yang dibuatnya:

Sejak awal, kami ingin mengenali dan menghormati ekuitas penting dari ikon pada logo Starbucks. Jadi kami mendobrak empat bagian utama dari logo – warna, bentuk, jenis huruf dan Siren (ikon putri duyung). Setelah ratusan kali bereksplorasi, kami mendapat jawaban dalam kesederhanaan. Menghilangkan nama dari logo, dan mengubah ikon menjadi hijau, serta mengeluarkan siren dari cincinnya. Selama empat puluh tahun dia mewakili kopi, dan sekarang dia adalah bintang.

Elemen Gambar Siren

 

Dalam mitologi Yunani , Siren digambarkan sebagai penggoda yang memikat pelaut yang dekat dengan mereka menggunakan musik dan suara untuk kapal karam di pantai berbatu pulau mereka.

Siren dalam mitologi Yunani kadang-kadang digambarkan pada cerita rakyat sebagai makhluk yang berkaitan erat dengan air. Meskipun dilihat dari sisi biologi, makhluk mamalia aquatik mencakup dugong dan Manatee.

Warna

Warna yang digunakan adalah warna hijau yang diambil dari warna logo IL GIORNALE. Karena perushaan IL GIORNALE yang sudah berkembang namun dengan keunggulan Starbuck sehingga warna hijau tersebut diaplikasikan sebagai warna dasar logo STARBUCK sampai sekarang.

Tipografi

Jenis tipografi yang digunakan pada starbuck menggunakan jenis tulisan FREIGHT SANS BLACK. Peletakan tipografi berada pada tulisan starbuck pada bagian luar. Namun pada tahun 2011 starbuck tidak menggunakan tipografi lagi melainkan hanya elemen gambar siren pada logo.

3.1.3.PRODUK STARBUCKS

Berikut adalah beberapa contoh produk yang terdapat di Starbucks.

Bagian ini diisi dengan gambar-gambar produk, foto-foto diambil dari http://www.starbucks.com/menu

 

Sumber:

http://www.hecklerassociates.com/

http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.mhhe.com/business/management/thompson/11e/case/starbucks.html

http://en.wikipedia.org/wiki/Starbucks

http://www.starbucks.com/

http://www.gotmedieval.com/2010/08/the-other-starbucks-mermaid-cover-up.html

http://gourmet-coffee-zone.com/starbucks-logo.html

http://www.examiner.com/starbucks-in-national/starbucks-101-what-is-the-story-behind-the-siren-logo

http://en.wikipedia.org/wiki/Siren

http://new.myfonts.com/WhatTheFont/forum/case/727/

http://sekedar-tahu.blogspot.com/2010/02/asal-usul-dan-arti-logo-starbucks.html

 
2 Comments

Posted by on June 10, 2011 in SEMINAR FSRD UNTAR

 

BAB III Tinjauan lapangan – The Body Shop

2. THE BODY SHOP

2.1     Sejarah / Filosofi Perusahaan

Toko The Body Shop pertama kali dibuka pada tanggal 26 Maret 1976 di Brighton, sebelah tenggara Inggris, dan pendirinya adalah Anita Roddick. Pada saat itu, beliau berpikir bahwa kecantikan manusia tidak hanya dari tempelan kosmetik, namun terpancar secara alami dari dalam manusia itu sendiri, yang memberi keseimbangan antara manusia dan alam. Oleh karena itu, Anita memikirkan untuk mengembangkan produk kecantikan berkonsep Green, yaitu mengandung bahan-bahan alami sehingga mengurangi pencemaran lingkungan namun berkhasiat. Saat pertama membuka toko, Anita hanya mampu menjual 25 jenis produk kecantikan yang dibuat dengan tangan (hand-made), namun berkembang dengan sangat pesat hingga terdapat cabang di seluruh dunia.

Pada tahun 1978 sebuah kios di Brussels menjadi toko franchise pertama yang berada di luar negeri, dan pada tahun 1982 semakin banyak toko-toko baru yang dibuka dalam hitungan dua toko per bulannya.

Pada tahun 1985, dalam tahun pertamanya sebagai industri publik, The Body Shop menyerukan Greenpeace. Setahun kemudian, The Body Shop menciptakan Departemen Proyek Lingkungan (Environmental Project Department) miliknya sendiri, dan kampanye pertamanya ialah “Selamatkan Ikan Paus”  bersama Greenpeace, pada tahun 1986.

Pada tahun 1990, hanya berselang satu tahun setelah pembukaan toko di Amerika Serikat, sekitar 2500 permintaan franchise langsung diterima.  Dan hanya dalam waktu 14 tahun, The Body Shop telah memiliki ribuan cabang di 39 negara diseluruh dunia.

Dalam tahun yang sama juga, Yayasan The Body Shop (The Body Shop Foundation) didirikan, yang menanggapi isu-isu tentang hak-hak manusia dan grup perlindungan lingkungan. Dan tahun-tahun berikutnya, The Body Shop telah mengadakan kampanye mengenai kepedulian terhadap sesama, mengajarkan masyarakat menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan, sampai pada perlindingan hak-hak hewan, seperti percobaan kosmetik kepada hewan.

The Body Shop telah berhasil mencetak beberapa prestasi kemanusiaan dalam 35 tahun, diantaranya ialah PETA Award atas komitmennya untuk tidak melakukan tes kosmetik kepada hewan. kerjasama dengan UNICEF dalam memerangi Kekerasan Dalam Rumah Tangga,  promosi energi daur ulang, dan lain-lain.

2.2     Analisa Identitas Logo dan Nama

           Sekilas, logo The Body Shop terlihat seperti berada dalam lingkaran. Namun bila diamati lagi, bentuk lingkaran tersebut menyerupai bentuk benih tanaman. Hal ini bisa berkaitan dengan konsep produk The Body Shop yang eco-friendly, dan bersahabat dengan alam. Benih juga merupakan awal mula dari suatu kelahiran dan bertumbuh menjadi individu (pohon) yang berguna untuk lingkungan, sehingga dapat diartikan sebagai awal yang baru, dan tidak menimbulkan dampak negatif yang terlalu besar untuk lingkungan.

Jenis tulisan yang digunakan oleh The Body Shop adalah Yoga Sans. Tidak banyak unsur dekoratif yang terdapat pada jenis tulisan. Makna yang terpancar dari jenis tulisannya ialah tegas, konsisten, dan serius.

Warna yang digunakan oleh logo tersebut adalah Darkgreen. Jika dikombinasikan dengan jenis tulisan, warna ini membuat logo terlihat lebih ‘playful’ sehingga terasa dapat cocok untuk segala usia. Namun dikarenakan penggunaan warna yang mudah dan merata ke seluruh bagian logo, The Body Shop dapat mengganti warna logo untuk berbagai keperluan sesuai dengan warna latar belakangnya. Sebagai contoh, produk dengan kemasan biru logonya berwarna putih, dan lain sebagainya.

2.3     Produk

Produk utama The Body Shop ialah produk perawatan tubuh, hampir segala keperluan dari atas rambut sampai ujung kaki tersedia pada produknya. Beberapa contoh produk The Body Shop sampai sekarang ialah:

  • Perawatan Tubuh
  1. Wajah: Pembersih wajah, masker wajah, pelembab, perawatan mata, perawatan bibir, sabun pencuci muka, serum.
  2. Badan: Deodoran, lotion, perawatan tangan dan kaki, sabun badan, scrub, perawatan kuku.
  3. Rambut: Shampoo, conditioner, perawatan rambut, hair styling.
  4. Kosmetik: Bedak, blush-on, lipstik, peralatan make-up.
  • Parfum: cologne, parfum wanita, parfum pria, lilin/aromaterapi.
  • Aksesoris: Sikat badan, peralatan perawatan kuku, loofah.

2.4     Hasil Tinjauan Lapangan

Berikut adalah ulasan data lapangan mengenai toko The Body Shop di Mall Emporium, Jakarta, Indonesia.

Identitas Toko

  • Nama Toko:  The Body Shop
  • Jenis Toko: Komersil produk perawatan tubuh
  • Alamat: Pluit Emporium Mall, Kav G 53

Jl Pluit Selatan Raya Kawasan Cbd Pluit Blok 5-6, Jakarta Utara

  • Kondisi Tapak:

Utara: Pluit Junction

Timur: SD / SMA Pluit Raya, BCA

Selatan: PT. Inti Boga Sejahtera

Barat: Bangunan kantor

Aktivitas Pengguna

  • Pengunjung: Memasuki toko –> Melihat-lihat produk / berjalan mengelilingi toko –> Menentukan pilihan –> Melakukan transaksi dengan kasir –> Keluar toko
  • Pegawai: Menjaga toko (berdiri pada spot tertentu), menjaga bagian kasir, menjaga ruang stok barang

Jenis Pelayanan

  • Kombinasi: Pengunjung memlihat dan memilih barang yang disukai, namun dapat dibantu oleh pegawai yang bersangkutan.

Kondisi Interior Toko

  • Pintu Masuk

-        Konsep pintu masuk terbuka dan lebar, sehingga pengunjung tidak harus membuka pintu ataupun melewati pintu masuk yang sempit. Pintu masuk yang sangat terbuka seperti ini juga bisa menandakan bahwa The Body Shop menerima siapapun yang datang dengan tangan terbuka.

  • Tampak depan toko

-        Signage: Nama toko tertulis dengan jelas pada tampak depan toko, menggunakan background berwarna hijau dan tulisan The Body Shop menggunakan warna putih dan indirect light putih untuk tulisannya.

-        Window Display: Tampak luar toko hanya dibatasi oleh kaca transparan, dan sedikit tertutupi oleh banner / poster The Body Shop. Seluruh isi dalam toko dapat terlihat cukup jelas dari luar. Produk yang ditampilkan tidak terlalu banyak, hanya beberapa produk yang merupakan produk baru atau memiliki promo khusus.

  • Product Display  

-        Wall Display: Produk yang dijual disusun pada rak-rak yang menempel pada hampir semua sisi toko. Pembagian penyusunan produk dibagi atas fungsi dan jenis produk.

-        Table Display: Beberapa produk juga disusun pada meja yang berada di tengah ruangan. Pada meja tertentu, produk yag dipajang memiliki promo khusus dan biasanya ditempatkan dekat pintu masuk atau di tengah-tengah toko.

  • Furniture

-        Terdapat beberapa jenis furniture yang digunakan pada toko, yaitu meja display, rak display, dan counter desk kasir. Semua furniture menggunakan material dasar plywood yang dilapisi HPL coklat. Pada rak display, selain menggunakan plywood juga menggunakan stainless dan kaca sebagai landasan rak.

  • Plafon & Pencahayaan

-        Pencahayaan pada toko The Body Shop ialah standar dan mengikuti jalur elektrikal yang ditentukan pihak Mall. Lampu pada toko menggunakan downlight. Tidak terdapat permainan plafon yang berarti.

  • Lantai

-        Lantai pada toko The Body Shop Emporium Mall juga tidak terdapat unsur dekoratif yang berarti. Pada gambar di atas, lantainya menggunaka granit olahan berwarna putih. Tidak ada penaikan / penurunan lantai, ataupun motif-motif.

  • Ornamen

-        Ornamen dalam toko tidak banyak diterapkan pada plafon dan lantai toko. Sebaliknya, ornamen-ornamen banyak diterapkan pada sisi vertikal, yaitu dinding / kaca. Ornamen utama dalam toko ialah wallpaper dan stiker kaca bergambar bambu dan pohon, sehingga memberi warna hijau pada keseluruhan toko. Hal ini juga berkaitan dengan konsep Green The Body Shop, yang memberi arti bahwa mereka juga mencintai alam.

  • Warna

Warna paling dominan yang digunakan dalam iterior toko The Body Shop ialah warna-warna natural seperti warna coklat kayu, dan warna hijau daun.

http://www.thebodyshop.co.uk/_en/_gb/services/aboutus_history.aspx

http://typophile.com/node/74586

http://www.cryer.co.uk/resources/javascript/html2.htm

Sumber foto: Dokumen pribadi

 

 

 
Leave a comment

Posted by on June 6, 2011 in SEMINAR FSRD UNTAR

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.